Apa itu Aplikasi Clubhouse, Fakta Keamanan Pengguna dan Mengapa Terancam Diblokir Pemerintah

Apa itu Aplikasi Clubhouse, Fakta Keamanan Pengguna dan Mengapa Terancam Diblokir Pemerintah

 Clubhouse adalah aplikasi jejaring sosial berberbasis audio-chat. Pengguna dapat mendengarkan percakapan, wawancara, dan diskusi antara orang-orang yang menarik tentang berbagai topik, layaknya sedang mendengarkan dan melakukan obrolan radio interaktif tetapi terjadi secara live dengan segala eksklusivitasnya. Dilansir dari The Guardian, Clubhouse hanya bisa berfungsi jika Anda diundang untuk bergabung dengan anggota yang sudah ada. Kita tidak bisa memfungsikannya begitu saja seperti aplkasi pada umumnya mendownload lalu mendaftar.


Saat bergabung, Anda memilih topik yang menarik, seperti teknologi, buku, bisnis, atau kesehatan. Semakin banyak informasi yang Anda berikan kepada aplikasi tentang minat Anda, semakin banyak ruang percakapan dan individu yang direkomendasikan aplikasi untuk Anda ikuti  Ruang percakapan seperti panggilan konferensi, tetapi dengan beberapa orang yang berbicara di telepon, dan sebagian besar mendengarkan, layaknya seperti panggilan telepon, setelah percakapan selesai, ruangan ditutup. Aplikasi besutan Alpha Exploration ini mendadak terkenal karena sempat digunakan oleh Elon Musk, orang yang saat ini paling tajir sedunia loh. Sayangnya Clubhouse saat ini hanya bisa dinikmati oleh pengguna iPhone.


Apa itu Aplikasi Clubhouse, Fakta Keamanan Pengguna dan Mengapa Terancam Diblokir Pemerintah



Untuk bergabung, pengguna Clubhouse yang sudah ada harus mengirim undangan dari aplikasi orang lain untuk memberi Anda akses untuk membuat akun. Jika diundang, Anda akan melihat link yang dikirim ke nomor telepon , mengarahkan ke halaman pendaftaran di aplikasi. Namun, pengguna Clubhouse tidak dapat hanya mengirim undangan kepada siapa saja yang ingin bergabung. Pengguna lama hanya dibatasi memiliki dua undangan saja.


Ancaman Keamanan Pengguna


Viralnya Aplikasi Clubhouse tidak terlepas dari keamananya yang masih menjadi kontroversial. Banyak pengguna khawatir akan keamanan data profilnya yang tidak bisa terjamin kerahasiaannya. Seorang pemerhati teknologi digital Barry Colins, seperti yang telah dilansir oleh Forbes mewanti wanti Clubhouse punya PR besar tentang masalah privasi data pengguna. Masalah pertama menurut Collin adalah keamanan nomor kontak (nomor HP) yang tersimpan diaplikasi Clubhouse sebenarnya digunakan untuk saling terhubung antar pengguna Clubhouse. Namun tampaknya Clubhouse mengumpulkan informasi tersebut untuk mengumpulkan profil orang orang yang belum bergabung menjadi anggota. Dia mengatakan, saat pengguna akan mengirim undangan ke kontak yang ada di ponsel, Clubhouse akan memperlihatkan daftar orang-orang yang belum bergabung, dan diurutkan berdasarkan jumlah teman yang sudah mereka miliki di aplikasi tersebut. Artinya, meski orang-orang itu belum bergabung dengan platform tersebut, Clubhouse telah menggunakan nomor ponsel mereka untuk memeriksa berapa kali mereka muncul dalam kontak anggota Clubhouse lainnya. Jika suatu saat pengguna tidak tertarik untuk bergabung, Clubhouse tetap memiliki data profil seperti yang diminta saat pendaftaran seperti nama, nomor ponsel dan berapa teman yang dimiliki dalam platform ini.


Masalah lainnya yang belum ada jaminan keamanan dari Clubhouse dalah kerahasiaan percakapan. Dalam panduan komunitas, Clubhouse menjelaskan, mereka dapat merekam percakapan pengguna sebagai langkah antisipasi jika terjadi insiden di dalam chat room, yang memerlukan bukti-bukti investigasi. "Jika pengguna melaporkan pelanggaran Kepercayaan dan Keamanan saat ruangan aktif, Clubhouse menyimpan audio untuk tujuan menyelidiki insiden tersebut, lalu menghapusnya saat penyelidikan selesai. Jika tidak ada insiden yang dilaporkan di sebuah ruangan, Clubhouse menghapus rekaman audio sementara saat room berakhir. Pihak pengembang juga menambahkan, bahwa audio dari speaker yang dibisukan tidak akan pernah direkam, dan semua rekaman audio sementara dipastikan terenkripsi. Collins menilai, kewenangan tersebut membuat Clubhouse seolah menunjuk dirinya sendiri sebagai hakim, karena bisa memutuskan ada tidaknya penyalahgunaan, dan kemudian menghapus bukti setelahnya.


Ancaman Pemblokiran Clubhouse 


Resiko keamanan dan belum adanya peraturan yang diharus dipenuhi oleh Clubhouse di berbagai negara membuat aplikasi kontroversial ini terancam diblokir. Sampai saat ini Clubhouse belum mencantumkan perlindungan data yang diatur dalam UU Perlindungan Data Pribadi Uni Eropa (GDPR). Padahal, UU mengatur subjek data harus diberi tahu tentang bagaimana data mereka diproses. Hal itu wajib kecuali warga negara Uni Eropa dilarang bergabung. 


Di China walaupun sampai saat ini masih sedikit pengguna Clubhouse, Beijing secara cepat melarang Clubhouse setelah aplikasi itu tersedia pada 8 Februari 2021 lalu. Pemerintah takut kendali mereka atas diskusi atau wacana publik akan melemah.Bagi banyak pengamat, langkah itu menunjukkan penguasa China merasa terancam oleh diskusi bebas di Clubhouse dan ini memperlihatkan kesenjangan antara pemerintah yang semakin ingin mengendalikan dan populasi yang semakin canggih dalam menghindari kendali online, seperti yang dilansir VOA Indonesia.


Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  mengancam akan memblokir Clubhouse, jika persyaratan persyaratan yang diminta tidak dipenuhi.  Sampai saat ini Clubhouse belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia. Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi, mengatakan, ketentuan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2020 yang diundangkan pada November lalu. "Sesuai PM Nomor 5 Tahun 2020, bagi (PSE) yang tidak mendaftar sesuai kebijakan yang berlaku, akan mendapat sanksi administrasi berupa pemutusan akses," kata Dedy, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (17/2/2021).


Dedy berharap, Clubhouse bisa segera mendaftar sesuai ketentuan agar tidak dikenai sanksi dan ancaman pemblokiran. Dia menambahkan, masa pendaftaran PSE di Indonesia dibuka selama enam bulan sejak peraturan tersebut diundangkan pada 24 November lalu. Artinya, Clubhouse memiliki waktu setidaknya hingga 24 Mei 2021 mendatang untuk mendaftarkan diri seperti yang dilansir Kompas.

Advertisement

Baca juga:

------- Artikel Terkait -------